Dennis lagi di pre kindy.... bingung mau bikin apaan buat cemilan sore nanti. Kebetulan musim cherry udah mulai dateng, jadi kepikiran mau bikin wafel aja deh! Wafel ini enaknya dimakan pake cherry yang udah dimasak dengan air gula. Kalo males beli botolan aja. Trus pake whipped cream hmmmmm... nikmat banget deh. Wafel ini renyahnya tahan sampe besok harinya loh! Dennis suka makan begitu aja pake gula halus. Resep ini untuk sekitar 20 Wafel. bahan: 250 gr mentega/margarine, cairkan 150 gr gula pasir sedikit garam 4 butir telur ayam 250 gr tepung maizena sedikit vanilla/rum cara membuat: Kocok mentega sampai berbuih. Masukkan gula dan garam, kocok sebentar. Masukkan telur satu persatu, kocok terus sampai gula larut. Masukkan tepung sagu dalam 2 porsi. Terakhir masukkan vanilla/rum. Panaskan cetakan wafel, olesi dengan sedikit minyak. Isi 2/3 cetakan wafel, tutup, tunggu hingga matang. Lakukan berulang hingga adonan habis. Jika suka taburkan gula halus di atas wafel yang sudah jadi. ps: maaf ya.... tanpa foto karena kamera di rumah masih rusak hiks....
Habis membaca artikel di MP-nya Vania http://vaniahuebsch.multiply.com/journal/item/177/Islam_Kisah_Rasulullah Thanks for sharing ya, Vania... Cuma jadi inget pengalaman pribadi.... seseorang yang membangga-banggakan agama islam dan meninggalkan keluarganya dengan alasan untuk menyebarkan agama tersebut, namun melupakan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga. Berbohong pada istri sendiri, menganggap remeh anak-anaknya, dan berbuat seolah-olah semua yang dia lakukan atas nama islam. Saya menghormati semua agama, saya percaya mereka mengajarkan kebaikan. Namun sayang orang-orang tertentu mencemarkan ajaran agama yang seharusnya baik....
abis baca artikel ini http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/13/time/141543/idnews/955804/idkanal/4 halaaah..pak.. itu kan gaji resminya, gaji ngga resminya? gaji presiden singapura sekian rupiah, dipotong 10% gpp... pak, biaya hidup di singapura itu ngga murah looooh.... belum pajak, dll. Kita di Indonesia berapa sih bayar pajaknya? Atau siapa sih yang bayar pajak? Liat dong pak, di Indonesia masih banyak orang yang boro2 pernah liat duit 5 juta, mimpi aja ngga pernah kali :) *suka sewot kalo liat tingkah dan komentar pejabat... apalagi sama bapak yang satu ini punya pengalaman pribadi...*
Iya nih, geraham bungsuku kan gak bisa keluar dan mendorong gigi yang lain. Ngga berasa apa-apa sih, cuma kata dokter giginya ada kemungkinan syaraf-syaraf di rahangnya bisa one day rusak gitu. So, hari ini dioperasi lah gigi sebelah kanan. Rasanya? Pas operasi sih gak berasa (iya laaah, dibius hihihi)... pas bius-nya hilang, alamaaaaaak.... cenut-cenut tertekan gitu. Seharian megangin kompres aja. Untung Stefan ambil libur sehari, dan mertua dengan senang hati mau jagain anakku nan petakilan itu. 6 minggu lagi, operasi gigi yang sebelah kiri... aduh mak.... kok kayaknya op caesar pas ngelahirin Dennis ngga secenut-cenut ini yah?? *mending sakit hati daripada sakit gigi...*
Iya nih.... akhir-akhir ini adaaaaa aja yang mau disiapin... Yang paling deket ya Taufe-nya Dennis (baptis gitu loooh). Buat yang bingung kenapa sampe Dennis dibaptis silakan baca di sini. Pusing deh mulai dari cari tanggal, janjian sama pasturnya, nyari Paten Tante dan Paten Onkel, list siapa aja yang mau diundang, dll.... Sekarang lagi pusing bikin undangan, mikirin tamunya mau dikasih makan apa (masak sendiri atau ke resto ya? Secara ke resto itu mahal banget....), trus kemaren sibuk bikin lilin baptis... eeeh, sekarang para tamunya pada nanyain Dennis mau kado apaan? Haduuuuh, pusing eeuyyyy.... Trus persiapan mau masuk kindy... iya, masih sekian bulan sih, tapi kan udah mesti dipikirin barang-barang yang mesti dia bawa ke kindy :) Lalu kita mau mudik pula, haduuuh... mulai nabung sana-sini... mikirin oleh-oleh... trus diantara event-event ini Dennis ulang tahun pula. Halaaah, makin panjang aja daftar persiapannya :) *God give every person the same 24 hours a day. It depends on the person itself to manage the time given...*
Hari ini saya memutuskan untuk mengakhiri keterlibatan pasif saya dengan Indonesian Community. Dulu pas ikutan gabung, kirain mah isinya orang Indonesia yang tinggal di LN gitu... atau apalah, tapi ngga ngeganggu. awalnya masih oke lah... lama-lama kok isinya makin berbau rasisme dan agama sih? Tadinya dicuekin aja, but every single day isinya makin mengganggu dan menuh2in inbox doang... Lain kali kalo mau join satu group, kayaknya mesti hati-hati deh... Kalo isinya udah mulai menyanjung2, membela, menghina dsb kelompok/orang tertentu, maaf saja... jawabannya NGGAK!
Hari ini gw ke Ingolstadt. Selain belum pernah liat kota yang satu ini, sekalian ketemuan sama Caroline. Sayangnya gw males bawa kamera (abis digi reflex benerran gitu loh...). Caroline bawa Steffen, suaminya :) Makasih ya Steffen udah rela diculik dengan seneng hati. Abis itu dianterin pula liat-liat Eichstätt... Jangan kapok ya jalan-jalan sama gw! Once again, makasih banget buat kalian berdua. One day ditunggu loh kedatangannya kesini :)
Some people worry to travel around because of the language. The common question is: do the people speak.... (which languange)? Actually, language itself is only 7% from all languages. The rest are body languages, tones, the way of looking, etc. I had some experiences in my life. As I worked in Sri Lanka, I tried to speak in english. When I had luck, they understood. When not, I have to look for another way. Of course it took a lot of time, but I was satisfied with the result. In fact, I'm proud to say I could pretty smooth travelling in Sri Lanka. When I was in Bangkok, I went to a little cute restaurant and found out their menu was only in Thai. It was funny, how we explain to each other which one is fish, cows, sheep, or pig We mimicked those animals, even made noises.... The same happened in Koh Lanta, and I had difficulties to explain 'fish fillet'. At the end I drew it on a piece of paper. In Germany it was a little more difficult. Some people just don't want to understand no matter what you do. That is why the first 3 months in Germany, I took always my electronic dictionary. Last week we were in Italia. In the campsite there were a lot of dutch families. We spoke in english, but the children spoke with their own languages. No problem. Some spoke dutch, italian, english and Dennis spoke german. They played together and laughed together. So, who says without language you can not speak?  Dennis and Daymee, the dutch girl
Hehehe... iya nih, udah berapa lama ini aku kelimpungan dengan tingkahnya Dennis yang seneng banget 'nyolek' anak orang. Tapi nyoleknya ngga cuma pake ujung jari. Kadang asik aja main dorong seenaknya. Kalo diomelin, dia cuma nyengir.... hukuman ngga boleh main keluar rumah udah sering banget diterapin. Jadi kalo dia lagi di playground trus mulai aksi colak colek-nya, diperingatin berkali-kali ngga mempan, ya dia harus pulang ke rumah. Dennisnya ngambek? ya iya lahhhh... udah sering banget aku mesti tug o war sama anakku nan kuat ini. Hehehe.. inilah masalahnya, Dennis itu kan bukan cuma badannya aja yang gede. Tenaganya juga gede banget. Bentar lagi aku kewalahan deh... ngga sanggup ngangkat dia. Selain itu, karena tenaganya itu 'colekan' dia jadi colekan maut. Di playground pasti adaaaa aja anak yang nangis. Sebagai ibunya, mulai khawatir dong... susahnya nih, banyak ortu disini yang kayaknya ngga mau ngerti kalo Dennis itu kan baru 2 thn 7 bulan. Bodinya aja yang kayak anak usia 4 tahun. Nah mereka mulai jaga jarak nih... ngga cuma kalo anaknya deket2 Dennis. Jaga jarak sama emaknya juga hiks... Sering banget kejadian, Dennis cuma pengen main beneran sama anaknya, eh anaknya udah langsung dibawa pergi menjauh. Sedih ngga sih ngeliat anak sendiri ngga punya temen main? Ada sih beberapa ibu yang anaknya juga kategori 'badung' ya dibiarin aja main sama Dennis. Tapi kan ngga banyak. Enaknya gimana ya?
why? some months ago I wouldn't care about Cinta Laura (some pronounced it as 'Cincha Wowra' ) and for some days I was thinking 'what is so phenomenal about this girl? what it has to do with her way of speaking?' and I started to have a look, of course at youtube. and what? I must admit I enjoy laughing to hear her and at the end I laugh at my myself for being stupid and wasting my time for this damn unimportant actress.... I better go back to my kitchen....
 Actually it was quite a long time ago since Dennis has his teeth checked. But I just found the pics again (what a lazy I am!!) This picture was taken as Dennis 'officialy' the first time to dentist. Okay, he went there already some times with us, but not to be checked. The Dentist said it was all okay, Dennis has healthy teeth :)
Well I do. I use it pretty often, specially for Dennis. I do have my own Homoepathy house pharmacy at home. It is actually pretty funny for me at the beginning, because I was thinking Germany has the best medical treatment in the world and a lot of german people believe in this type of medication  I use classical type of Homoepathy, but I must admit I don't use it for every single case. There are times when I use just the normal prescription from the doctors (pssst, not telling my 'Heilpraktikerin', she will be mad!! ). But to know that Dennis get natural remedies makes me feel better. Actually, when I started to use it? Hmmmm... let me think... it was at the beginning of my pregnancy. I was in pretty bad condition with all the morning sickness and hormonal change. Then we went to the 'Heilpraktikerin' and she gave me some little white balls. I was pretty sceptic in the beginning, but then voila! Those balls helps!! So I started to have a look about it, from the web, of course and from books. I must admit, it is interesting. And Stefan use it also even long before I do. The good thing is: we both have the same methode to use it (that means, sometimes combined with the normal medication). Until now, those little balls help us in many things. For the last two weeks Dennis has sleep problems. Even he didn't take a nap, he could stay awake until 11.30 pm! At the beginning I was thinking it is just a phase, and it will go away fast. After 2 weeks.... I can not believe it. I was totally exhausted, and so is he. At the end I decided to have a look at my 'magic' pharmacyand gave him one. Suddenly boom! He sleep like a little angel... Well.. if only I gave it earlier... So, if it was just a luck, a real effect from Homoeopathy, or a placebo effect... don't ask me. But I believe this things works in some ways  More about homoeopathy: http://homoeopathie.de/ , http://en.wikipedia.org/wiki/Homoeopathy By the way, now I started to have a look about Bach Flowers 
Dennis went to pre kindergarten today! His first day  I think I was more nervous than him, because it started at 8.55, and normally Dennis slept until 8-8.30 in the morning! But today somehow he managed to woke up at 7.25  The day was cloudy, the street is totally slippery... we went with his stroller and arrived on time. He had a look around, found out some kids he already know, and started to played with them. And I told him goodbye, he gave me a hud and a kiss and only ask "will you come again to pick me up?" My tears almost fell down to realize, my little child is not so childish anymore... 2,5 hours later I picked him up, and he gave me a real tight hug and said "mommy, it was really nice! good to see you come again" okay, he cried once in pre kindergarten because he was hungry but after the snack time, things were under control. Hmmm... why it is so hard to believe that my son is growing...
Today is your day, you will be a year older and wiser, the day that you will step into the new beginning... I'm glad that you finally found the love of your life! Just too bad in this beautiful moment I can not be there, But you know exactly somehow I'm always near...  Me and my lovely loving cousin in Singapore, March 2007
 | Inliner | Feb 8, '08 3:02 PM for everyone |
Oh..Oh... have a look what Dennis did today!  My oh my... is that really my little Dennis?
Barusan aja baca artikel dari sini trus kaget aja karena disana disebut seorang anak habis menonton film Petualangan Sherina. Bukan filmnya yang bikin kaget, tapi usia anak yang segitu udah dikasih nonton film anak-anak yang segitu panjangnya. Entah artikelnya salah ketik atau cuma seandainya.... hati jadi sedikit tergelitik untuk bertanya "kapan sih sebaiknya anak diijinkan nonton TV?" Saya sendiri sebenarnya tidak ingat sejak kapan saya mulai nonton TV. Tapi dulu pasti nonton si Unyil kalo hari minggu hehehe... atau kalo sore hari, tontonan saya sih macam Flash Gordon gitu dehhh (makanya tomboy kali yeeeee). Semenjak menikah, timbul kekhawatiran pas ngeliat anak-anak yang seharian ngendon di rumah doang entah buat nonton TV atau main game. Berarti anak tersebut ngga kenal dunia luar dong?? Waduuuuh... sementara saya dan suami yang cinta alam, pengennya ya anak sedini mungkin lebih diperkenalkan pada alam daripada pada si kotak elektronik yang mengeluarkan sihir audio dan visual. Makanya Dennis sampe hari ini jatahnya cuma ini itupun kalo kitanya inget untuk nyalain TV tepat jam 18.55, kalo ngga ya jatahnya lewat buat kapan-kapan hehehe... Dennis sendiri seneng banget kalo diajak jalan-jalan ke hutan. Malah dianya yang suka nagih sambil bilang mau nyari jamur hihihi... Walau sekarang lagi winter ya jatah jalannya tetep ke hutan walaupun pulangnya sepatu penuh lumpur dan baju winter plus sarung tangannya kotor banget. Kitanya sih hepi hepi aja walaupun mesti nyuci baju seabreg abis jalan. Sampe sekarang saya dan suami tetap berpendapat Dennis akan tetap dijatahin nonton TV-nya dan filmnya juga harus kita seleksi dulu. Makanya TV udah dikasih password hahaha... supaya kalo dia gedean dikit ngga bisa langsung nyalain TV seenaknya. Trus kompensasinya ya kami harus menyibukkan diri sama Dennis, mulai dari pengenalan sama alam, masak bersama, bikin kreasi tangan, dll. Masih banyak kok cara untuk menyibukkan anak selain membiarkan anak duduk manis di depan TV. Pertanyaannya cuma "seberapa jauh keinginan seorang ortu untuk bersibuk-sibuk ria dengan si anak?" Itu semua pendapat saya pribadi loh... kalo ada yang ngga berkenan di hati, ya mohon dimaafkan. Pendapat anda-anda sendiri bagaimana?
It was a quick decision... yes, actually we bought already the excavator for Dennis christmas present. And came the idea... while we would like to give something more 'private' and not only things that you can buy in the shop. Dennis admire farmhouse with its animals. He love tractors and co. So, why not a handmade farmhouse? Stefan had the same from his opa, which is sadly must left behind as the family moved to Munich from Berlin. The project took some weeks while we could only make it when Dennis already in bed :) The main entrance what is inside the house the garage where the horse is the diligent handworker we are really proud of the house, specially to know he plays a lot with it now. Even now, I had some time to type this story while he is soooooo busy playing with it!!
 Kami sekeluarga hendak mengucapkan selamat hari natal bagi yang merayakan dan selamat tahun baru untuk semuanya. Semoga tahun yang baru membuat hidup jauh lebih indah...
Dennis punya keledai kesayangan yang selalu dibawa-bawa kemanapun (bhs jermannya 'Schmuzetier'). Dia ngga bakal bisa tidur kalo ngga ada keledainya ini. Naaaah... kebayang ngga sih repotnya kalo one day si keledai ini hilang??? Kepikiranlah untuk cari cadangan keledai supaya ngga repot kalo sampe bener2 ilang. Susahnya nih, keledainya ini ngga dijual dimana-mana. Waktu itu dia dapet hadiah pas kita buka tabungan buat Dennis. Sayangnya, tabungannya juga khusus banget, ngga semua orang bisa buka tabungan jenis ini halaaaaah.... Kita udah tanya-tanya balik ke bank-nya, mereka uda ngga punya cadangan keledai ini lagi, soalnya udah ngga jaman gitu... Akhirmya, kita pasang iklan deh.... ditunggu-tunggu 3 minggu ngga ada yang jawab sama sekali. Waduuuh... masa iya ya ngga ada yang punya keledai yang sama... Naaah, barusan cek mail... ada yang punya keledai yang sama persis!! Yipiiiiieeeee.... akhirnya bisa punya cadangan deh! Baiknya nih, ibu ini mau ngasih keledainya gratis buat hadiah natal karena si ibu ini dulu juga punya pengalaman yang sama dalam pencarian cadangan 'Schmuze' buat anaknya. Ini loh wajah keledainya si Dennis Buat ibu-ibu yang tinggal di Jerman dan punya keledai yang sama, ngga nolak kalo dikirimin buat cadangan ke-3 hehehe (beneran loh!)
| |